Aktualbersuara.com, Mohamed Salah nyaris meninggalkan Liverpool pada bursa transfer Januari lalu. Niat hengkang bintang Mesir itu urung terlaksana berkat nasihat dari legenda The Reds, Steven Gerrard.
Masa depan Salah sempat menjadi spekulasi panas sejak Desember lalu. Ia diketahui menyerang manajer Arne Slot dan manajemen Liverpool, merasa dikambinghitamkan atas performa tim yang buruk musim ini.
Ucapan Salah itu sontak bikin heboh seantero Inggris. Bintang Mesir itu bahkan sempat "disimpan" satu laga saat Liverpool bertemu Inter Milan di Liga Champions sebelum akhirnya berdamai dengan Slot dan kembali ke tim utama.
Meski demikian, rumor kepindahan Salah terus dibahas sepanjang bursa transfer Januari. Ada potensi ia pindah ke Liga Arab Saudi, sekalipun baru meneken kontrak baru hingga April 2025.
Pada akhirnya, Salah memang akan cabut namun baru dilakukan akhir musim ini. Ia akan berstatus bebas transfer setelah ada kesepakatan dengan klub, dan masih ingin membantu Liverpool finis empat besar serta meraih trofi Liga Champions dan Piala FA.
Sosok yang berjasa atas bertahannya Salah saat ini adalah Steven Gerrard. Legenda The Reds itu meminta Salah untuk bertahan agar bisa berpisah secara baik-baik dengan klub.
Menurut Gerrard, Salah akan merusak pencapaiannya bersama klub jika pergi begitu saja pada Januari lalu.
Dalam acara The Overlap Podcast, Gerrard menceritakan bagaimana ia berkomunikasi dengan Salah. "Saya bicara dengannya terkait wawancara itu dan bilang begini ‘jangan rusak apa yang telah kamu capai di sini dan pergi begitu saja’," ujar Gerrard.
Ia menambahkan, "Saya bicara langsung dengannya. Dia terus mengirim pesan ke saya atau saya yang mengirim pesan – ini jika saya ingin pergi dengan Lio (anak Gerrard), supaya Lio bisa bertemu dengannya saja, tapi kami gak seakrab itu kok."
Kesempatan itu dimanfaatkan Gerrard untuk menyampaikan pesannya. "Itu memberikan saya kesempatan untuk bilang ‘lihat, kamu sudah ada di sini delapan, sembilan tahun, kamu adalah raja di sini, kamu sudah memberikan banyak hal di sini, pergilah dengan baik-baik’," jelasnya.
Gerrard memahami emosi Salah kala itu. "Dia masih sedikit emoi karena insiden itu. Dia kerap dicadangkan saat itu, dia kecewa sekali. Menurut saya sayang saja jika dia pergi begitu saja di bulan Januari dan tidak mengucapkan salam perpisahan," pungkasnya.