Raphinha Relakan Penal...

Raphinha Relakan Penalti Krusial Barcelona Untuk Lamine Yamal

Ukuran Teks:

Aktualbersuara.com, Lamine Yamal mengambil alih tugas eksekutor penalti krusial Barcelona saat menghadapi Newcastle United di Liga Champions, Kamis (19/3/2026). Penyerang muda itu meminta langsung kepada Raphinha, yang kemudian merelakan kesempatan tersebut agar Yamal mencetak gol dari titik putih.

Barcelona diketahui melaju ke perempatfinal Liga Champions usai menang telak 7-2 atas Newcastle United. Laga leg kedua 16 besar tersebut digelar di Camp Nou pada Kamis (19/3/2026), di mana El Barca menyingkirkan The Magpies dengan agregat akhir 8-3.

Meski meraih kemenangan besar, Barcelona sempat mendapat perlawanan sengit di babak pertama. Skor sempat imbang 2-2, di mana gol Barcelona dari Raphinha dan Marc Bernal dibalas brace Anthony Elanga. Saat situasi imbang itu, Barcelona mendapat hadiah penalti di menit akhir babak pertama.

Lamine Yamal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Gol Yamal dari titik putih ini menjadi titik balik bagi Barcelona. Empat gol kemudian dicetak Barca di babak kedua dari brace Robert Lewandowski, torehan Fermin Lopez, dan Raphinha.

Sayap berusia 18 tahun ini menunjukkan mental yang sangat baik meski masih muda, mampu mengatasi tekanan saat mengeksekusi penalti. Keputusan menjadikannya eksekutor terbilang berani. Padahal di lapangan masih ada Raphinha yang lebih senior, bahkan pemain asal Brasil itu punya rasio kesuksesan penalti 100 persen musim ini.

Raphinha mengaku Yamal sendiri yang meminta agar dirinya menendang penalti. Raphinha memberikan tugas tersebut karena Yamal punya kepercayaan diri yang sangat baik, hal yang dianggap penting dalam menghadapi penalti.

"Untuk kondisi itu, kiper selalu mempersiapkan dengan baik. Tidak masalah siapa yang mengambil tendangan penalti. Namun saat pertandingan, Anda akan merasakannya. Ini tentang kepercayaan diri yang Anda miliki malam itu," ujar Raphinha dikutip dari Barca Blaugranes.

"Lamine memberi tahu saya bahwa dia sangat ingin mengambil tendangan penalti itu. Ketika Anda melihat kepercayaan dirinya, Anda mempercayainya, dan hasilnya bagus! Dia mengambil tendangan penalti itu dengan sangat baik," jelasnya.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan