Aktualbersuara.com, Liverpool masih berjuang keras untuk tampil konsisten, dengan persoalan utama dinilai terletak pada kebiasaan mereka memulai laga terlalu pelan. Eks pemain John Aldridge menyoroti start lambat ini sebagai penyebab kesulitan Si Merah, terutama di bawah gaya kepelatihan Arne Slot.
Liverpool berupaya menemukan konsistensi setelah enam laga terakhir diwarnai dua kekalahan menyesakkan. Melawan Bournemouth dan Manchester City, Si Merah kebobolan gol-gol menit akhir yang bikin gigit jari.
Menurut John Aldridge, eks pemain Liverpool, start lambat menjadi persoalan lain yang perlu disoroti. Hal tersebut kerap membuat mereka kesulitan dalam pertandingan.
Aldridge menyebut contoh saat Liverpool tertinggal dua gol dalam 33 menit pertama melawan Bournemouth. Kemudian, Virgil van Dijk juga ketinggalan gol Anthony Gordon saat menghadapi Newcastle United.
Aldridge menganalisis gaya Arne Slot yang mengutamakan kendali permainan justru membuat tim tak bisa membangun momentum. Lawan-lawan pada akhirnya memanfaatkan kondisi ini.
"Satu hal yang terus bikin saya khawatir adalah kami memulai pertandingan dengan sangat lambat. Ini hampir menjadi hal yang amat diketahui," ungkap Aldridge dalam kolomnya di Liverpool Echo.
Ia menambahkan, "Mungkin memang selalu seperti itu di bawah Slot, yang lebih menghargai kontrol ketimbang pendekatan berintensitas tinggi seperti di tahun-tahun awal bersama Jurgen Klopp. Tapi itu menjadi jauh lebih terlihat musim ini."
Menurut Aldridge, taktik ini disengaja agar Liverpool bisa menjalankan rencana permainan dan memahami lawan sebelum menaikkan tempo. Namun, di laga kandang, hal itu berarti tidak banyak yang dapat membangkitkan semangat penonton.
"Tetapi masalahnya adalah tim-tim lain sekarang mulai menyadari hal itu dan beberapa memulai laga dengan cepat dalam upaya untuk menjebak kita," lanjut Aldridge. Ia merasa hal ini bisa terlihat seolah Liverpool terlalu menghormati lawan daripada lebih percaya pada diri sendiri.