AktualBersuara.com, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang bayi dianiaya oleh pengasuh berinisial DS (24) di Baby Preneur Daycare, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Peristiwa yang terekam CCTV pada Senin (27/4/2026) pukul 07.45 WIB itu menunjukkan pelaku membanting dan menarik telinga korban. Polisi telah menangkap DS, sementara pihak daycare memecat tiga orang terkait insiden tersebut.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat empat orang anak bersama dua pengasuh perempuan di dalam ruangan. Salah satu anak tampak menangis saat disuapi makanan. Pelaku kemudian beberapa kali mengangkat korban, membantingnya, serta menarik telinganya hingga terjatuh. Pengasuh lain di lokasi kejadian hanya menyaksikan aksi penganiayaan tersebut, sementara sang anak terdengar menangis keras.
Ketua Yayasan Baby Preneur Daycare, Husaini, mengonfirmasi tindakan cepat pihak yayasan. "Tiga orang telah kita pecat satu jam setelah kejadian. Satu pelaku dan dua orang yang berada di lokasi," ujar Husaini.
Menurut Husaini, sistem CCTV di penitipan anak itu dapat diakses oleh semua orang tua. Setelah mengetahui adanya penganiayaan, pihaknya langsung menurunkan tim untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Husaini juga telah memberitahu orang tua korban dan menyatakan akan memperketat pengawasan demi mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, kasus penganiayaan ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pelaku berinisial DS (24) telah berhasil ditangkap. Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono menjelaskan, "Tim gabungan Unit IV/PPA dan Tim Rimueng Satreskrim Polresta Banda Aceh dibantu Resmob Subdit III Ditreskrimum Polda Aceh saat ini mengamankan diduga pelaku DS untuk dimintai keterangan."
Dizha menambahkan, polisi telah memeriksa enam orang saksi dari pihak yayasan dan pengasuh anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa penganiayaan di tempat penitipan anak tersebut terjadi dua kali, yaitu pada 22 April dan 27 April. "DS merupakan pengasuh anak di Yayasan BD. Saat ini kasus tersebut sedang dalam pendalaman penyidik, nanti akan kami berikan penjelasan lanjutan setelah semua keterangan terdatakan," jelas Dizha.