Polisi Dalami Isu WNA ...

Polisi Dalami Isu WNA Terlibat Prostitusi Anak, Ternyata Tak Libatkan Anak

Ukuran Teks:

AktualBersuara.com, Jakarta – Polda Metro Jaya telah mendalami kabar dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam prostitusi anak di Jakarta dan Bekasi yang sempat ramai di media sosial. Hasil pendalaman polisi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2025 dan tidak melibatkan anak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, pendalaman isu ini fokus pada wilayah Tamansari. "Kalau yang untuk wilayah Tamansari, sudah pernah kami sampaikan terjadi sekitar tahun 2025 sekitar Agustus-September," kata Budi, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, Polsek Tamansari telah melakukan pendalaman. Kejadian tersebut melibatkan warga negara Jepang dengan salah satu warga negara Indonesia yang sudah dewasa, bukan berstatus anak.

Budi menambahkan, kedua pihak tersebut memiliki hubungan komunikasi dan sering berjumpa. Dalam pendalaman, polisi belum menemukan adanya unsur prostitusi.

Polda Metro Jaya menghimbau masyarakat yang memiliki informasi valid terkait peristiwa prostitusi terhadap anak untuk segera melapor. "Polda Metro Jaya sangat konsentrasi terhadap perempuan dan anak," ucap Budi.

Ia menegaskan, kasus terkait perempuan dan anak menjadi prioritas utama. "Apabila ada menemukan masyarakat informasi yang valid, yang bisa menjadi barang bukti, menjadi dasar laporan penyelidik untuk menindaklanjuti, segera hubungi layanan 110 kepolisian," tambah Budi.

Sebelumnya, Kombes Budi Hermanto pada Senin (11/5) menyatakan Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya sedang mengusut kasus ini. "Isu yang beredar ada warga negara asing yang mengeksploitasi anak di satu wilayah, Direktorat Siber dan PPA-PPO sedang mendalami kejadian tersebut," ujarnya.

Budi juga memastikan bahwa polisi tidak akan memberikan ruang bagi eksploitasi anak. Masyarakat dapat memberikan informasi ke kepolisian terkait dugaan prostitusi anak dengan menelepon ke 110 atau secara langsung.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan