Aktualbersuara.com, partisipasi Timnas Bulgaria di FIFA Series 2026 di Indonesia menuai cemoohan dari dalam negerinya sendiri, yang kemudian memicu kemarahan Federasi Sepakbola Bulgaria (BFU). Bulgaria yang berstatus tim dengan ranking FIFA tertinggi (87) di ajang ini, dianggap ‘sia-sia’ terbang jauh ke Jakarta untuk melawan tim-tim berlevel di bawah.
Pasukan Aleksandar Dimitrov datang ke Indonesia sebagai salah satu peserta FIFA Series 2026. Mereka telah melakoni pertandingan pertama dengan gemilang, mengganyang Kepulauan Solomon 10-2 dalam laga di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3/2026).
Selanjutnya, Indonesia akan menjadi lawan Bulgaria di final FIFA Series 2026. Duel kedua kesebelasan dijadwalkan pada Senin (30/3) malam, juga di Stadion Gelora Bung Karno.
Diketahui, keikutsertaan Filip Krastev dkk di FIFA Series 2026 ini mendapat banyak kritikan tajam dari publik Bulgaria. Banyak yang menilai ajang tersebut tidak serius dan diikuti tim-tim ‘antah berantah’.
Salah satu kritikan datang dari eks pelatih Slavia Sofia, Velislav Vutsov. Putra dari legenda sepakbola Bulgaria Ivan Vutsov ini melontarkan sindiran pedas usai kemenangan telak atas Kepulauan Solomon.
"Ini bukan turnamen serius, bung! Kita koar-koar akan meraih dua kemenangan, tapi melawan siapa? Jika ada yang menganggapnya sebagai kemenangan… Jika ada penghargaan untuk ‘Kegilaan Terbesar’, saya rasa tur ini pantas memenangkannya," ujar Velislav Vutsov.
Vutsov juga menyoroti level lawan yang dihadapi. "Dimana itu Saint Kitts and Nevis? Saya mencari di Google – 51 ribu penduduk. Apakah ini oke? Apakah mereka pernah meraih kemenangan? Melawan siapa? Anguilla? Siapa itu Anguilla? Satu suku dengan 12 ribu orang saja. Tak masuk akal," sindirnya.
Komentar-komentar miring tersebut lantas direspons oleh Presiden Federasi Sepakbola Bulgaria (BFU), Georgi Ivanov. Menurutnya, ia tak terima karena para pemain tim nasional dicibir meski sedang dalam tugas internasional.
"Memang benar tim nasional selalu jadi sasaran kritik – baik dalam kekalahan atau kemenangan. Itu adalah bagian dari sepakbola, tapi penting untuk tak kehilangan rasa hormat dan penghargaan terhadap para pemain yang membela kehormatan Bulgaria," tutur Ivanov, dilansir dari DSport.
Ivanov menambahkan bahwa para pemain memiliki kondisi pelatihan yang sangat baik. "Mereka memiliki kondisi pelatihan yang sangat baik di dalam kamp ini. Kondisi yang tidak akan mereka dapatkan di Eropa. Tim bekerja dengan tingkat profesionalisme dan dedikasi yang tinggi," tambahnya.
"Setiap hari saya melihat bagaimana para pemain muda ini mengerahkan usaha, disiplin, dan semangat – bukan hanya untuk hasil, tetapi untuk masa depan tim nasional. Mereka sedang membangun sesuatu yang baru," tegas Ivanov.