JUDUL

JUDUL

Ukuran Teks:

Anwar Usman Ungkap Suka Duka 15 Tahun Jadi Hakim MK, Akui Lega

TERAS BERITA
AktualBersuara.com, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengaku lega setelah mengakhiri masa tugasnya sebagai Hakim Konstitusi. Dalam prosesi wisuda purnabakti di gedung MK, Jakarta, Senin (13/4/2026), Anwar mengungkapkan suka dan duka yang dialaminya selama 15 tahun mengabdi di lembaga tersebut.

ISI BERITA
Anwar Usman menyebut dirinya meninggalkan gedung MK dengan hati yang lega. Ia meneteskan air mata bukan karena kesedihan, melainkan mengenang begitu banyak suka-duka yang ia alami.

Menurut Anwar, setiap putusan yang diambil oleh seorang hakim konstitusi pasti akan meninggalkan kekecewaan bagi pihak tertentu. "Sesungguhnya hakim ketika menjatuhkan sebuah putusan paling tidak menambah musuh satu," ujarnya. Ia menambahkan, tidak mungkin melahirkan putusan yang memuaskan semua pihak.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga mengenang momen ketika seorang rekan hakim konstitusi baru menjabat. Rekan tersebut sempat menghubunginya karena tak kuat menerima tekanan dari publik.

Anwar pun memberikan nasihat. "Saya katakan: ‘Adinda, itulah risiko menjadi hakim. Risiko untuk menegakkan kebenaran, hukum, dan keadilan’," ucapnya.

Di akhir sambutannya, Anwar menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada seluruh jajaran MK. Ia berpesan agar para hakim tetap berkomitmen memegang amanah dalam memutus perkara.

"Saya tidak akan mundur selangkah pun, secuil pun mundur untuk menegakkan kebenaran, hukum, dan keadilan karena itu amanah Allah Subhanahu wa Ta’ala," pungkas Anwar.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan