Bentrok KSO Sawit di R...

Bentrok KSO Sawit di Rohul Pecah, 1 Anggota Pam Swakarsa Tewas

Ukuran Teks:

AktualBersuara.com, Rokan Hulu – Bentrokan berdarah antarkelompok pengamanan swakarsa pecah di lahan eks PT BS, Dusun IV Rintis, Desa Bontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), pada Sabtu (7/2/2026). Konflik yang dipicu pengelolaan lahan sawit skema kerja sama operasi (KSO) ini menyebabkan satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka.

Kasi Humas Polres Rohul AKP Yohanes membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, bentrokan melibatkan antarkelompok pengamanan swakarsa terkait pengelolaan lahan sawit skema kerja sama operasi (KSO).

Sebelum bentrokan pecah, kedua belah pihak telah dimediasi oleh Polsek Bonai Darussalam. Mereka sebelumnya sepakat untuk menahan diri menunggu proses mediasi.

Mediasi yang dijadwalkan pada Selasa (10/2) di Kantor Camat Bonai Darussalam belum sempat terlaksana. Puluhan orang dilaporkan datang ke lokasi kejadian dengan membawa senjata tajam dan senapan angin. Mereka mendesak kelompok pengamanan swakarsa KUD serta para pekerja PT BS untuk mengosongkan barak.

"Situasi memanas ketika upaya menenangkan massa tak diindahkan," imbuh Yohanes. Bentrokan pun pecah. Kelompok pengamanan swakarsa KSO tersebut melakukan perusakan hingga melepaskan tembakan ke arah bangunan.

Akibat insiden tersebut, satu orang anggota pengamanan swakarsa dari KUD, Bernadus Betu alias Jon, tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, dua orang mengalami luka berat akibat tembakan, sementara tiga lainnya luka ringan, termasuk luka bacok dan luka akibat benda tajam.

"Pascakejadian kami langsung melakukan olah TKP, mengamankan kelompok Pam Swakarsa yang terlibat, mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi korban," jelas Yohanes. Korban meninggal dunia dibawa ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi. Sementara itu, korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan penggalangan terhadap kedua kelompok Pam Swakarsa. Polisi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak perusahaan. Personel tambahan telah disiagakan untuk mencegah konflik susulan.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan