AktualBersuara.com, Beirut – Militer Israel menyerang wilayah Lebanon selatan pada Senin (27/4/2026), meskipun gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran masih berlaku. Serangan ini terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi di Lebanon.
Media resmi Lebanon melaporkan militer Israel melancarkan serangan di wilayah selatan negara itu. Serangan tersebut terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi di Lebanon.
Menurut laporan AFP, Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah menyatakan "pesawat tempur Israel melancarkan serangan" di Kfar Tibnit. Lokasi ini merupakan salah satu dari tujuh tempat yang sebelumnya masuk dalam peringatan evakuasi Israel. Laporan menambahkan bahwa ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang berlaku, Israel memiliki hak untuk bertindak. Hak ini berlaku terhadap "serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung."
Diketahui, militer Israel telah berulang kali melakukan serangan di Lebanon sejak gencatan senjata berlaku pada 17 April. Pasukan Israel juga dilaporkan beroperasi di dalam "garis kuning" yang diumumkan Israel di dekat perbatasan. Penduduk Lebanon di wilayah tersebut telah diperingatkan untuk tidak kembali.
Sebelum serangan dilancarkan, militer Israel memerintahkan evakuasi tujuh desa di Lebanon selatan pada Minggu waktu setempat. Israel menyatakan tindakan tersebut sebagai respons terhadap apa yang mereka sebut pelanggaran Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru diperbarui.
"Mengingat pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh organisasi teroris Hizbullah, IDF terpaksa mengambil tindakan tegas terhadapnya," kata Kolonel Avichay Adraee. Juru bicara militer Israel berbahasa Arab itu menyampaikan pernyataan di X, menyebutkan tujuh desa di utara Sungai Litani.