DKI Kerahkan 1.204 Pom...

DKI Kerahkan 1.204 Pompa untuk Sedot Banjir di Jakarta

Ukuran Teks:

AktualBersuara.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 1.204 unit pompa, terdiri dari pompa permanen dan bergerak, untuk mengatasi banjir di sejumlah wilayah ibu kota. Pengerahan ini dilakukan menyusul potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 22-24 Januari 2026. Selain pompa, Pemprov DKI juga menyiagakan ribuan personel ‘pasukan biru’ di lapangan.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memaksimalkan operasional pompa-pompa ini di lokasi terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat lebat hingga ekstrem. Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Nugraharyadi, menjelaskan bahwa pompa bergerak digunakan untuk menjangkau area yang tidak terlayani pompa permanen. Pernyataan ini dilansir Antara pada Jumat (23/1/2026).

Saat ini, diketahui terdapat 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi. Selain itu, ada 536 unit pompa bergerak yang disiagakan di lima wilayah administrasi Jakarta.

Selain pengerahan pompa, Dinas SDA DKI juga menyiagakan personel ‘pasukan biru’. Nugraharyadi menyebutkan bahwa kurang lebih 3.880 personel disiapkan di lapangan sebagai langkah mitigasi, termasuk untuk potensi banjir rob di pesisir Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan serangkaian upaya mitigasi ini. Diharapkan langkah-langkah tersebut efektif dalam mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan terdampak.

Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Warga juga diminta memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) melalui situs https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id.

Selain itu, informasi kondisi darurat dapat dilaporkan melalui aplikasi JAKI atau dengan menghubungi nomor darurat 112.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta. Peringatan tersebut berlaku untuk periode 22-24 Januari 2026.

Berdasarkan peringatan tersebut, potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22-23 Januari 2026. Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi akan terjadi pada 24 Januari 2026.

Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi. Dampak yang dimaksud meliputi genangan hingga banjir di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan