AktualBersuara.com, Spanyol – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendesak Uni Eropa (UE) untuk mengakhiri perjanjian asosiasi dengan Israel. Sanchez menuduh Israel melanggar hukum internasional terkait konflik Gaza dan serangan di Lebanon. Proposal ini akan diajukan kepada UE pada hari Selasa mendatang.
Sanchez menyampaikan hal ini dalam rapat umum politik di Andalusia, Minggu (19/4/2026), seperti dilansir AFP. Menurutnya, Israel "melanggar hukum internasional" sehingga "tidak dapat menjadi mitra Uni Eropa". Ia menekankan hal tersebut sesederhana itu.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menanggapi dengan unggahan media sosial dalam bahasa Spanyol. Saar menyebut negaranya "tidak akan menerima ceramah munafik dari seseorang yang tetap berhubungan dengan rezim totaliter". Ia merujuk pada Turki dan Venezuela di bawah mantan pemimpin Nicolas Maduro.
Perjanjian asosiasi antara UE dan Israel ditandatangani Juni 2000. Kesepakatan ini menetapkan kerangka kerja untuk kerja sama dan mencakup klausul tentang penghormatan hak asasi manusia.
Sebelumnya, Spanyol dan Irlandia telah menyerukan peninjauan perjanjian pada tahun 2024. Ini terkait pemboman Gaza oleh Israel.
Pengakuan Spanyol terhadap negara Palestina pada tahun yang sama membuat Israel marah. Sejak itu, Sanchez semakin meningkatkan kritiknya terhadap pemerintahan PM Benjamin Netanyahu.
Pada Jumat (17/4), Spanyol, Irlandia, dan Slovenia mengirim surat kepada Komisi Eropa. Surat itu menyerukan agar kesepakatan dengan Israel dibahas dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa berikutnya.
Bulan ini, Netanyahu menuduh Spanyol melancarkan kampanye diplomatik yang bermusuhan terhadap negaranya. Israel juga melarang Madrid berpartisipasi dalam pekerjaan pusat yang dipimpin AS. Pusat tersebut dibentuk untuk membantu menstabilkan Gaza pasca-perang.