Warung Mi Babi Sukohar...

Warung Mi Babi Sukoharjo Ditolak Warga, Pengelola Siap Mediasi

Ukuran Teks:

AktualBersuara.com, Pengelola Warung Mie dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Sukoharjo, Jodi Sutanto, menyatakan kesiapannya untuk dimediasi. Kesiapan ini muncul setelah warung nonhalal miliknya ramai mendapatkan penolakan dari sebagian warga setempat. Jodi berharap mediasi dapat menghasilkan solusi damai.

Jodi Sutanto mengatakan pihaknya sangat menyambut baik siapa pun yang ingin membantu proses mediasi. "Kita welcome, siapa pun yang mau membantu mediasi dari Pemda, kelurahan, kecamatan, kita prinsipnya welcome," ujarnya, dilansir dari detikJateng, Sabtu (18/4/2026). Ia menambahkan, mediasi diharapkan dapat menciptakan "win-win solution" agar tidak terjadi pergerakan yang tidak diinginkan jika masalah berlarut.

Diketahui, keberadaan warung nonhalal tersebut memang sempat memicu protes sebagian warga Desa Parangjoro. Bahkan, sebuah spanduk bertuliskan "WARGA SEKITAR MENOLAK WARUNG NON-HALAL" terpasang di ujung gang menuju lokasi warung.

Jodi berharap dalam mediasi nantinya akan tercapai kesepakatan jalan tengah. Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakomodasi aspirasi warga sekaligus menjamin keberlangsungan usahanya. Hingga saat ini, pihak warung belum menerima undangan resmi untuk proses mediasi tersebut.

Menurut Jodi, pihaknya memilih jalur mediasi karena berpegang pada aturan hukum. "Kita negara yang dilindungi undang-undang dan hukum. Kalau kita gas-gas kan tidak ada bedanya dengan premanis, sehingga tidak menyelesaikan masalah," tegasnya.

Sementara itu, Jodi melanjutkan, sejak usahanya viral ditolak warga, bahkan aksesnya sempat ditumpuk gundukan tanah, terjadi lonjakan pembeli. "Kalau dengan adanya kemarin, bisa saya katakan (pengunjung) naik. Karena mereka (pengunjung) lebih penasaran, seperti apa sih," terang Jodi.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan