AktualBersuara.com, Kabupaten Serang – Polda Banten merespons video viral rombongan wisatawan yang memprotes dan mencoba menerobos jalur di Simpang Teneng, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (24/3). Insiden itu terjadi saat polisi menerapkan rekayasa arus lalu lintas karena kepadatan kendaraan di kawasan wisata Anyer-Cinangka.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea pada Rabu (25/3/2026) menegaskan rekayasa lalu lintas adalah bentuk pelayanan. Menurutnya, hal itu untuk mengutamakan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan wisata yang lonjakan pengunjungnya tinggi. "Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas dan tidak memaksakan diri memasuki jalur yang telah ditutup," kata Maruli.
Aksi rombongan wisatawan tersebut terekam dalam video dan viral di media sosial. Diketahui, insiden itu terjadi pada Selasa (24/3). Dalam rekaman tersebut, terlihat perdebatan antara sejumlah ibu-ibu yang menaiki mobil pikap dengan petugas kepolisian. Mereka tampak marah-marah dan menunjuk petugas.
Berdasarkan penjelasan Maruli, kejadian bermula saat polisi berupaya mengatur arus lalu lintas di lokasi. Namun, satu mobil yang membawa rombongan wisatawan menolak imbauan polisi. Rombongan tersebut memaksa untuk menembus arus lalu lintas yang telah diatur.
Maruli mengajak semua pihak untuk mengikuti arahan petugas kepolisian di lapangan. Hal ini penting agar situasi di lapangan tetap kondusif dan semua pengendara merasa aman. "Polda Banten mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dengan mengedepankan sikap saling menghargai dan disiplin di jalan, sehingga momen liburan dapat berjalan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua pengguna jalan," imbuhnya.
"Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, diharapkan arus lalu lintas di kawasan Anyer-Cinangka dapat tetap berjalan lancar, tertib, dan aman," pungkasnya.