AktualBersuara.com, Pandeglang – Ahmad Mursidi, tersangka kasus tabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5, telah dilantik sebagai staf ahli bupati bidang pemerintahan, hukum, dan politik. Namun, hingga Selasa (2/6/2026), Mursidi belum masuk kerja. Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Asep Rahmat, menyatakan Mursidi tidak bisa ngantor karena masih dalam perawatan sakit dan harus menjalani cuci darah rutin.
Menurut Asep Rahmat, Ahmad Mursidi belum masuk kerja sampai hari ini. Saat kejadian kecelakaan maut itu terjadi, Mursidi diketahui sedang dalam keadaan cuti sakit.
"Belum masuk sampai hari ini," kata Asep Rahmat, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa cuti Mursidi sudah habis. Namun, Mursidi menyampaikan surat sakit menjalani perawatan di Jakarta. "Sampai sekarang belum bekerja karena infonya cuci darah seminggu dua kali," imbuhnya.
Asep mengatakan, jabatan baru ini dianggap lebih ringan dibandingkan dengan posisi Mursidi sebelumnya di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Pelantikan ini ditegaskan sesuai dengan peraturan dan bertujuan agar pelayanan publik tidak terganggu.
"Jadi kami itu hidup bernegara jadi panglimanya aturan, kami juga punya pemikiran yang sama dengan masyarakat, tapi mekanisme harus ditempuh, masalah Pak Mursidi dilantik jadi staf ahli pertimbangan tadi untuk ke pelayanan publik," ujar Asep.
Diketahui sebelumnya, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani merombak sejumlah pejabat eselon II di lingkungan pemerintah daerah. Ada lima pejabat yang mengisi jabatan baru, termasuk Ahmad Mursidi, yang berstatus tersangka.
Proses pelantikan itu digelar di Oproom Setda Pandeglang pada Selasa (26/5) kemarin. Empat pejabat dilantik secara langsung, yakni Yahya Gunawan Kasbin, Hasan Bisri, Gimas Rahadyan, dan Firmansyah. Sementara itu, Ahmad Mursidi mengikuti pelantikan secara daring.
Dalam sambutannya saat itu, Bupati Dewi Setiani menyampaikan harapannya terhadap para pejabat baru. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak," kata Dewi. Ia menambahkan, tantangan ke depan membutuhkan inovasi dan kreativitas.