AktualBersuara.com, Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (14/4/2026). Akibatnya, sejumlah pohon tumbang, menimpa satu rumah warga hingga menyebabkan seorang luka ringan, serta menimpa satu unit mobil dan merusak atap ruang kelas SDIT.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, angin kencang terjadi di Desa Wanaherang saat hujan berlangsung. Satu unit rumah di desa tersebut terdampak dan mengalami kerusakan pada bagian atap.
"Terjadi angin kencang di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri saat hujan berlangsung. Akibatnya, satu unit rumah terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap," kata Adam, Selasa (14/4/2026).
Diketahui, satu korban luka bernama Suryaningsih (52) mengalami luka ringan di bagian kepala. "Kondisi korban mengalami luka ringan pada bagian kepala. Saat ini korban ditangani bidan Desa Wanaherang," imbuh Adam.
Kerusakan rumah di Wanaherang tergolong berat. Adam menyebut rumah tersebut tidak bisa ditempati untuk sementara waktu karena kondisi atap yang rentan roboh. Empat jiwa penghuni rumah diungsikan ke rumah kerabat di alamat yang sama.
Sementara itu, kejadian pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Letda Nasir, Cibubur Country, Gunung Putri. Pohon tersebut menimpa satu unit kendaraan roda empat atau mobil yang sedang terparkir di lokasi.
"Disebabkan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang, mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa satu unit kendaraan roda empat atau mobil yang terparkir di lokasi," jelas Adam.
Cuaca ekstrem tersebut juga berdampak pada fasilitas pendidikan. Atap kelas SDIT Annahl di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, tersapu angin kencang. Kejadian ini mengakibatkan atap rusak dan ruang kelas tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Terjadi angin kencang di Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, saat hujan berlangsung. Akibat kejadian tersebut, satu unit kelas di Sekolah Annahl, Yayasan Bina Qur’ani, terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap. Tidak ada korban luka maupun jiwa," tutur Adam.
Berdasarkan keterangan Adam, angin kencang dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang cukup lama. "Untuk saat ini, satu ruangan kelas tidak bisa ditempati. Kerusakan pada bagian atap ruang kelas 1 terbawa angin kencang," pungkasnya.