AktualBersuara.com, Serangan rudal dilaporkan menyasar negara Qatar pada Minggu (8/3/2026). Angkatan bersenjata Qatar berhasil mencegat rudal tersebut setelah ledakan sempat terdengar dan sirene meraung di ibu kota Doha.
Menurut laporan Aljazeera dan AFP, serangan rudal tersebut berhasil dihalau. Kementerian Pertahanan Qatar mengonfirmasi insiden ini.
"Angkatan bersenjata telah mencegat (sebuah) serangan rudal yang menargetkan Negara Qatar," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan.
Menyusul kejadian tersebut, Kementerian Dalam Negeri Qatar segera mengirimkan peringatan melalui ponsel. Peringatan itu menyatakan bahwa tingkat ancaman keamanan telah ‘ditingkatkan’.
Pemerintah juga menginstruksikan seluruh penduduk untuk tetap berada di dalam ruangan demi keselamatan. Situasi keamanan di kawasan diketahui kian memanas.
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, melakukan pembicaraan telepon. Ia menghubungi Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty.
"Keduanya membahas situasi militer yang terus meningkat di kawasan tersebut serta dampak serius terhadap keamanan dan stabilitas regional maupun internasional," jelas Kementerian Luar Negeri Qatar.
Sheikh Mohammed mengecam serangan terhadap Qatar dan menyerukan penghentian eskalasi. Ia juga mendorong kembali ke meja perundingan.
Sementara itu, Badr Abdelatty juga menyerukan de-eskalasi dan kembalinya negosiasi. Jalur diplomatik diharapkan dapat menghindari kekacauan lebih lanjut.