AktualBersuara.com, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah sejumlah tempat penukaran mata uang asing atau money changer di Jakarta. Penggeledahan yang dilakukan pada akhir Desember lalu ini terkait kasus dugaan korupsi ekspor limbah minyak kelapa sawit (POME) tahun 2022.
Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengonfirmasi penggeledahan tersebut pada Rabu (21/1/2026). "Kami konfirmasi bahwa pada sekitar beberapa waktu yang lalu kami pernah melakukan penggeledahan di salah satu atau dua tempat, tempat penukaran uang asing," kata Syarief di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan.
Menurut Syarief, penggeledahan itu berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan tata kelola CPO atau POME. Lokasi money changer yang digeledah berada di beberapa tempat di Jakarta Utara dan Selatan, dengan beberapa di antaranya berlokasi di pusat perbelanjaan.
Tujuan penggeledahan adalah untuk mendalami transaksi dan mencari aliran dana. "Kami melakukan penggeledahan itu dan itu dalam rangka kami mencari dugaan aliran-aliran dana ke satu atau dua orang melalui tempat penukaran," jelasnya. Syarief menyatakan ada aliran uang, namun detailnya belum bisa diungkap karena masih materi penyidikan.
Penyidik menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan ini. Akan tetapi, tidak ada barang bukti mata uang asing yang disita. "Barang bukti yang kami sita adalah berupa dokumen. Karena yang kami cari adalah jejak-jejak transaksi di situ," imbuh Syarief.
Sebagai informasi, Kejagung memang tengah mengusut kasus dugaan korupsi ekspor POME tahun 2022. Perkara ini masih dalam proses penyidikan.
Sebelumnya, Kejagung juga telah menggeledah lebih dari lima lokasi terkait kasus ini. Lokasi tersebut termasuk kantor hingga rumah pejabat Bea Cukai. Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menjelaskan penggeledahan itu dilakukan pada Selasa (28/10/2025).
"Yang jelas memang penggeledahan terkait dengan perkara di Bea Cukai ada penggeledahan lebih dari lima titik," kata Anang kepada wartawan di Kejagung, Jakarta Selatan. Dia membenarkan ada rumah pejabat Bea Cukai yang digeledah, namun enggan merinci identitasnya.