AktualBersuara.com, Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan terhadap kapal, termasuk milik perusahaan Prancis, di Selat Hormuz. Ia juga mengecam keras eskalasi serangan terhadap infrastruktur sipil Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah kapal di wilayah tersebut. Serangan ini sebelumnya menargetkan kapal CMA CGM San Antonio pada Selasa (5/5/2026), menyebabkan awak terluka dan kerusakan.
Macron menyampaikan keprihatinan ini kepada mitranya dari Iran, Masoud Pezeshkian. Dilansir AFP, Rabu (6/5/2026), Macron menilai serangan terhadap infrastruktur sipil Uni Emirat Arab (UEA) dan kapal-kapal di dekat Selat Hormuz sebagai tindakan yang "tidak dapat dibenarkan".
"Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terus berlangsung dan mengecam serangan yang tidak dapat dibenarkan terhadap infrastruktur sipil UEA dan sejumlah kapal," tulis Macron di X usai pembicaraan dengan Masoud Pezeshkian.
Sebelumnya, sebuah kapal milik perusahaan Prancis memang menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui ini memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.
Insiden tersebut, berdasarkan laporan AFP pada Rabu (6/5/2026), dilaporkan oleh perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM. Mereka mengatakan salah satu kapalnya menjadi target serangan di jalur perairan strategis yang terdampak perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Perusahaan Prancis tersebut melaporkan bahwa serangan terjadi pada Selasa (5/5) waktu setempat. "Kapal CMA CGM San Antonio menjadi target serangan kemarin saat melintasi Selat Hormuz, yang mengakibatkan cedera pada beberapa awak kapal dan memicu kerusakan pada kapal," demikian pernyataan perusahaan pelayaran CMA CGM pada Rabu (6/5).
CMA CGM menambahkan, para awak yang terluka telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis.
Diketahui, kapal berbendera Malta itu diserang sehari setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan "Project Freedom". Proyek tersebut merupakan operasi militer AS untuk mengawal kapal-kapal meninggalkan Selat Hormuz. Dalam pengumuman terbaru pada Selasa (5/5), Trump mengatakan dirinya menghentikan sementara Project Freedom. Hal ini dilakukan dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang.