AktualBersuara.com, Jakarta – Bajak laut di Somalia membajak kapal dhow milik Uni Emirat Arab (UEA) bernama Fahad-4 pada akhir April, yang mengangkut muatan lemon. Kapal tersebut sempat digunakan para perompak sebagai kapal induk untuk menyerang kapal lain di perairan Somalia, demikian dilansir AFP pada Rabu (6/5/2026).
Belum ada informasi pasti mengenai nasib awak kapal Fahad-4. Kapal itu dibajak pada akhir April oleh kelompok beranggotakan 11 orang setelah berlayar dari Mogadishu dengan membawa muatan jeruk atau lemon.
Menurut pejabat keamanan Puntland, para pelaku diketahui berangkat dari wilayah dekat pelabuhan Garacad, sekitar 600 kilometer di utara ibu kota Somalia, Mogadishu.
Setelah menguasai kapal dhow, para bajak laut kemudian "berlayar di perairan Somalia dengan menggunakan kapal yang dibajak sebagai kapal induk untuk mencoba menyerang kapal lain". Hal itu diungkapkan salah satu sumber kepada AFP.
Namun, para bajak laut terpaksa meninggalkan kapal Fahad-4 pada 4 Mei. Menurut pejabat lainnya, mereka kehabisan persediaan dan tidak mampu menyerang kapal lain karena meningkatnya kewaspadaan di perairan Somalia dalam beberapa pekan terakhir.
Beberapa kapal lain yang dibajak dalam beberapa pekan terakhir juga masih berada dalam kendali para bajak laut. Berdasarkan pemantau maritim, kapal tanker Honour 25 berbendera Barbados disita pada 21 April di lepas pantai Puntland.
Beberapa hari kemudian, pada 26 April, kapal M/V Sward berbendera Suriah juga dibajak di wilayah yang lebih jauh dari pantai Somalia. Sementara itu, di Teluk Aden, para bajak laut diketahui menguasai kapal tanker bahan bakar Eureka berbendera Togo di lepas pantai Yaman. Kapal tersebut kemudian diarahkan ke perairan Somalia.
Dalam buletin terbaru, Maritime Security Centre Indian Ocean (MSCI) hampir memastikan bahwa Fahad-4 terlibat dalam upaya serangan yang gagal. Serangan itu ditujukan terhadap kapal tanker Malta M/V Minerva Pisces pada 28 April. Dalam insiden tersebut, sebuah kapal dhow mendekati kapal tanker, namun kelompok yang hendak naik ke kapal membatalkan aksinya. Pembatalan terjadi setelah tim keamanan muncul dengan senjata.
Hingga kini, otoritas Somalia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden Fahad-4.
(aik/aik)