AktualBersuara.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun menindak tegas empat anak yang diduga melempar batu ke Kereta Api Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen. Insiden ini terjadi di petak jalan Bagor-Saradan, tepatnya sekitar KM 120+7 petak Bagor-Nganjuk, mengakibatkan kaca kereta pecah. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan tim pengamanan mengamankan keempat anak tersebut, di mana dua di antaranya mengakui perbuatannya pada Senin (26/1/2025).
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi, kejadian tersebut mengakibatkan kaca pecah pada rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD. Posisi kaca yang pecah berada di 16Ab-17Ab.
Selanjutnya, keempat terduga pelaku dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan. Mereka kemudian diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota yang didampingi oleh masing-masing orang tua.
Menurut hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, disepakati penyelesaian melalui proses mediasi. Orang tua pelaku diwajibkan mengganti biaya kerusakan kaca sebagai bentuk pembelajaran, efek jera, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak.
Sebagai langkah preventif, PT KAI Daop 7 Madiun juga merencanakan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Sosialisasi ini akan dilaksanakan di sekolah para pelaku pada pekan depan. Tujuannya untuk memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya dan dampak hukum dari tindakan pelemparan terhadap kereta api.
"KAI sangat menyayangkan masih terjadinya aksi vandalisme berupa pelemparan kereta api," ujar Tohari. Ia menambahkan, tindakan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi awak dan penumpang, tetapi juga bagi pelaku itu sendiri. KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan perkeretaapian.