AktualBersuara.com, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus membuka Retret Pejabat Administrator Kabupaten Kuningan di Ballroom Arya Kemuning, Jawa Barat, kemarin. Dalam arahannya, Wiyagus menekankan pentingnya sinergi seluruh pejabat Pemkab Kuningan demi mewujudkan visi misi kepala daerah. Sinergi ini disebut juga sebagai bagian dari visi misi Presiden.
Menurut Wiyagus, retret merupakan bagian dari pembentukan "superteam" untuk mencapai visi dan misi Bupati Kuningan. Pelaksanaan kegiatan ini sangat penting untuk membangun keselarasan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Hal ini juga berperan dalam memperkuat harmonisasi sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
Pada kesempatan tersebut, Wamendagri mengungkapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. RPJPN menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pengembangan SDM ditegaskan menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Peningkatan ini diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Indonesia bertekad menciptakan SDM berdaya saing global, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui berbagai program dan kebijakan.
Wiyagus lebih lanjut mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk bagi Pemkab Kuningan. Oleh karena itu, penting bagi daerah untuk menerapkan kebijakan berbasis kondisi masing-masing wilayah.
Di sisi lain, dari segi pengelolaan keuangan daerah, pemerintah melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah. Ini merupakan bagian dari konsolidasi fiskal nasional dan dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal.
"Oleh karena itu, di sini pemerintah daerah dituntut untuk mampu mengelola APBD secara efektif dan berkualitas, dengan menetapkan skala prioritas belanja, mengoptimalkan pendapatan asli daerah, serta mendorong inovasi pembiayaan melalui kerja sama dengan swasta dan optimalisasi BUMD," jelas Wiyagus.
Dalam menghadapi berbagai tantangan, Wiyagus menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi yang optimal terbukti berhasil menekan angka inflasi agar lebih terkendali.
Kolaborasi serupa juga terlihat saat pandemi Covid-19 yang mampu diatasi berkat kerja keras pusat dan daerah. Wiyagus berharap pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan, dapat menyambut dan mendukung program prioritas Presiden yang tertuang dalam Asta Cita. Program ini diyakini mampu mendorong kesejahteraan rakyat.
"Kami berharap seluruh Pemda dapat menyambut dan mengimplementasikan program-program ini secara bersungguh-sungguh, terencana, kemudian juga berkelanjutan," pungkas Wiyagus. Hal ini menjadi kunci agar kehadiran negara melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Untuk diketahui, usai membuka retret, Wiyagus menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasturi di Kabupaten Kuningan. Ia mengecek langsung proses pembuatan sekaligus distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setelah dari SPPG, Wiyagus melanjutkan kunjungan ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMP Negeri 6 Kuningan. Ia berinteraksi dengan para guru dan siswa, serta menyaksikan kegiatan belajar mengajar.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan.